Keputihan: Penyebab, Arti Warna, dan Cara Mengatasinya

Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina. Sebagian besarnya sebenarnya normal. Sebab, ini bagian dari cara tubuh membersihkan dirinya sendiri. Namun, ada kondisi yang perlu kamu waspadai.
Normal vs tidak normal
Yang normal biasanya bening atau putih susu. Selain itu, teksturnya berubah mengikuti siklus haid. Cairan ini juga tidak berbau menyengat dan tidak gatal. Singkatnya, kenali dulu pola normalmu. Dengan begitu, kamu lebih cepat sadar saat ada yang berbeda.
Sebaliknya, kamu perlu waspada bila warnanya berubah. Misalnya kuning, hijau, atau keabu-abuan. Selain itu, waspadai bila berbau amis, menggumpal, atau terasa gatal. Sebab, tanda itu bisa mengarah ke infeksi.
Arti warna keputihan
- Bening atau putih susu: umumnya normal.
- Putih menggumpal seperti ampas tahu: sering terkait infeksi jamur.
- Kuning: bisa normal, tetapi waspadai bila pekat dan berbau.
- Kehijauan: sebaiknya diperiksakan.
- Kecoklatan: biasanya sisa darah haid.
Penyebab keputihan tidak normal
Ada beberapa pemicu. Misalnya infeksi jamur, pergeseran bakteri alami, atau kebersihan yang kurang terjaga. Selain itu, perubahan hormon dan stres juga berpengaruh. Karena itu, mengenali pemicunya membantu kamu mencegahnya berulang.

Bahan herbal yang tradisional dipakai
Secara tradisional, beberapa bahan dipakai untuk menjaga kebersihan area kewanitaan. Misalnya daun sirih, manjakani, dan kunyit. Ketiganya, bersama lima herbal lain, diramu dalam FLORIV. Jadi, perawatannya lebih praktis. Selain itu, takarannya sudah terukur.
Cara menjaga area kewanitaan
- Bersihkan dari depan ke belakang, lalu keringkan.
- Hindari sabun beraroma kuat dan douching.
- Gunakan pakaian dalam katun yang menyerap.
- Ganti pembalut secara rutin saat haid.
Kapan harus ke dokter
Periksakan diri bila keluhan disertai bau busuk, warna hijau, gatal hebat, atau demam. Selain itu, bila kamu sedang hamil, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Jangan ragu memeriksakan diri sejak awal. Sebab, penanganan dini biasanya jauh lebih mudah.
Informasi ini bersifat edukasi, bukan pengganti diagnosis dokter. FLORIV adalah obat tradisional untuk pemeliharaan, dan tidak ditujukan untuk ibu hamil atau menyusui.
